Tampilkan postingan dengan label Artikel Property Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Property Jogja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Desember 2015

Bisnis Properti 2016 Naik 10%

Inilah prediksi bisnis properti indonesia naik 10%, Mau tahu prediksi bisnis properti Indonesia tahun 2016?. Perkembangan bisnis properti indonesia di tahun 2016Bisnis Properti Tahun 2016 Diprediksi Meningkat 10 %. Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2015 dan segera berganti memasuki tahun 2016. Setelah kita melewati tahun 2015 yang kita rasakan pasar property menggalami penurunan ke titik terendah, bagaimana dengan bisnis properti di tahun 2016? akankan tetap staknan, turun atau menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya?. Berdasarkan data dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) memprediksi bahwa bisnis properti Indonesia akan meningkat pada tahun 2016. Kenaikan bisnis properti di tahun 2016 ini didukung oleh hasil riset yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch (IPW), harga jual properti akan naik 5% -10%. Dasar dari peningkatan ini dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif pada kuartal III 2015 yaitu sebesar 4,74%.

Optimisme atas perkiraan pertumbuhan dan kenaikan harga properti di tahun 2016 ini, menjadi sebuah titik balik pasar properti. Sebab, selama 2 tahun berjalan yaitu tahun 2014-2015, pertumbuhan harga properti berada di titik terendah. Hal ini diakibatkan pasar properti yang dikuasai oleh para investor sudah mengalami kejenuhan. Sebab lain terjadinya kelesuan pasar properti karena adanya bahwa Pemilu 2014 menyebabkan terjadinya perlambatan penjualan properti. Banyak orang menunda pembelian properti karena wait and see menunggu kepastian mengenai perekonomian di Indonesia setelah penggantian pemerintahan dan pemilihan presiden yang baru.

Pemerintahan baru dibawah Presiden Jokowi yang banyak mencurahkan perhatian dan pengeluaran anggaran belanja untuk pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah selama tahun 2015, secara langsung dan tidak langsung menjadi faktor pendorong bergeliatnya bisnis properti di tahun 2016; walau dampak dari pembangunan infrastruktur ini diprediksi baru akan bisa dirasakan pada pertengahan tahun 2016.

Berdasar data yang dihimpun dari berbagai pihak, penjualan properti  2016 untuk kelas menengah ke atas cenderung stabil. Sementara itu, untuk properti kelas menengah ke bawah lebih menunjukkan peningkatan. Terjadinya peningkatan ini disebabkan adanya program sejuta rumah dari pemerintah Jokowi JK. Kenaikan ini tidak hanya terjadi di tahun 2016 saja, harga pasar properti masih akan naik selama 5 tahun ke depan diperkirakan akan menjadi lebih sehat. Sebab kedepannya, semakin bertambah banyaknya kelompok
masyarakat terutama kalangan pembeli rumah pertama banyak membutuhkan tempat tinggal.

Jadi jangan takut untuk berinvestasi properti pada tahun 2016. Mau jual beli atau sewa properti di Jogja?  Silahkan kunjungi dan temukan properti dan investasi properti di Jogja dan sekitarnya yang sesuai dengan budget Anda hanya di HANIN PROPERTY JOGJA sekarang juga!

Tags: pasar properti yogyakarta 2016, properti, bisnis properti 2016, btn properti, properti indonesia 2016
properti 2016, properti indonesia, pasar properti indonesia 2016, properti btn, bisnis properti di indonesia, bisnis properti indonesia, penjualan properti, harga properti, industri properti, perkembangan properti di indonesia, industri properti indonesia, perkembangan bisnis properti di indonesia, kondisi properti saat ini,
pasar properti indonesia 2016

Jumat, 07 Agustus 2015

JENIS/MACAM-MACAM HAK TANAH

JENIS-JENIS HAK TANAH YANG DIATUR DALAM UUPA

Menurut Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) No.5 Tahun 1960 ada 5 Jenis Hak Atas Tanah dan Bukti-bukti haknya, antara lain sebagai berikut:

Jenis Hak tanah menurut UUPA no,5 tahun 1960, Jenis2 hak tanah berdasar UUPA no 5-1960, Macam2 hak atas tanah
Hak Atas Tanah
1. HAK MILIK
Yang diperbolehkan memiliki Hak Milik atas tanah adalah : Perorangan warga negara Indonesia, Badan Hukum yang ditunjuk, antara lain Bank-bank Pemerintah, Badan keagamaan yang menggunakan tanhnya untuk tempat peribadatan (masjid, gereja dll). Obyek hak (peruntukannya) adalah tanah pertanian dan bukan tanah pertanian. Hak Milik atas tanah tanah negara dapat diperoleh dengan Keputusan Pemberikan Hak oleh instansi Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hak Milik aas tanah dapat juga diperoleh dengan cara mendaftarkan tanah "Hak Milik Adat/Tanah Girik" ke kantor BPN untuk di Konversi menjadi Hak Milik. Hak Milik dapat beralih dan dialihkan serta dapat dibebani dengan Hak Tanggungan sebagai Jaminan Hutang/Kredit ke Bank.
HAK MILIK mempunyai sifat berikut:
  • terkuat dan terpenuh
  • turun temurun
  • jangka waktu yang tidak terbatas
  • dapat dialihkan kepada pihak lain (dapat dijualbelikan/hibah/wariskan)
  • dapat dijadikan jaminan hutang
  • pemiliknya adalah WNI dan dimungkinkan badan hukum tertenut sesuai PP No.38 tahun 1963.
  • bisa hapus karena tanahnya jatuh kepada negara yang disebabkan karena pencabutan hak, penyerahan sukarela, ditelantarkan, pengalihan kepada warga negara/badan hukum asing.
2. HAK GUNA USAHA
Yang diperbolehkan memiliki Hak Guna Usaha adalah : Perorangan warga negara Indonesia, Badan Hukum Indonesia. Obyek Haknya adalah tanah yang diusahakan dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan dengan luas minimal 5 hektar, untuk peroranan luas maksimal kepemilikan 25 hektar, sedang untuk badan usaha luas maksimal ditentukan oleh Menteri. Jangka waktu hak maksimal 35 tahun dan dapat diperpanjang maksimal 25 tahun. Hak Guna Usaha dapat beralih dan dialihkan serta dapat dibebani dengan hak tanggungan sebagai  jaminan hutang. Hak Guna Usaha diberikan atas Tanah negara dengan keputusan dari instansi BPN.

3. HAK GUNA BANGUNAN
Hak Guna Bangunan (HGB) dapat diberikan atas Tanah Negara, tanah Hak Pengelolaan oleh Pemerintah atau Tanah Hak Milik oleh pemegang Hak Milik. Subyek Haknya adalah perorangan WNI dan Badan Hukum Indonesia. Sedang obyek hak adalh tanh untuk mendirikan bangunan, dengan jangka waktu selama-lamanya 30 tahun dan dapat diperpanjang paling lama 20 tahun. HGB dapat beralih dan dialihkan serta dapat dibebani dengan hak tanggungan sebagai  jaminan hutang. 

4. HAK PAKAI
Hak pakai dapat diberikan atas Tanah Negara (TN), tanah Hak Pengelolaan (HPL) oleh Pemerintah dan atas tanah hak milik oleh pemegang Hak Milik (HM). Subyeknya dapat diberikan kepada perorangan WNI dan WNA yang berkedudukan di Indonesia, Badan Hukum Indonesia dan Badan Hukum Asing yang mempunyai kantor perwakilan di Indonesia, Perwakilan Asing, Badan-badan Pemerintah. Jangka waktu Hak Pakai atas Tanah Negara (TN) maksimal 25 tahun dan dapat diperpanjang maksimal 20 tahun.Jangka waktu Sedang Hak Pakai atas Tanah Hak Milik (HM) TIDAK DAPAT diperpanjang. Hak Pakai atas TN dapat beralih atas izin pejabat berwenang BPN, sedang untuk tanah HM dapat dialihkan atas izin pemilik HM sesuai perjanjian. Hak Pakai dapat dialihkan serta dapat dibebani dengan hak tanggungan sebagai  jaminan hutang. 

5. HAK PENGELOLAAN
Hak ini tidak diatur dalam Undang Undang Pokok Agraria, tetapi diatur dalm Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 1953 dan Peraturan Menteri Agararia Nomor 9 tahun 1965. Hak Pengelolaan hanya diberikan atas tanah negara yang dikuasai oleh Badan Pemerintah, BUMN dan BUMD. Jangka waktu tidak ada batas waktunya. Di atas Hak Pengelolaan masih dapat diberikan hak lain seperti HGB atau HPakai atas nama badan hukum lain atau perseorangan, atas dasar perjanjian dengan BUMN/BUMD tersebut, sehingga BUMN/BUMD tersebut dapat mengelola tanahnya secara komersial.
Contoh: 
Perum Perumnas mendapat HPL atas tanhnya dan menjual rumah dan tanahnya dengan HGB 20 tahun.

Pencarian dari Google:
Jenis-jenis Hak Tanah, Macam-macam Hak Tanah, Jenis-macam Hak atas Tanah, Sertifikat Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, Hak Pengelolaan

Jumat, 12 Juli 2013

Tips KPR bagi Pasangan Muda

Tips KPR bagi Pasangan Muda

Tips KPR bagi pasangan muda, Tips menghitung KPR, Hanin Property
http://myhanincommerceproperty.blogspot.com/
RumahCom – Sebagai tempat tinggal, rumah merupakan kebutuhan utama sebuah keluarga. Rumah juga menjadi impian setiap pasangan yang baru menikah.
Kendala yang sering dihadapi adalah pasangan muda umumnya tidak memiliki finansial berlebih untuk membeli rumah secara tunai. Dengan keuangan yang cukup terbatas, akhirnya skema yang digunakan adalah mencicil menggunakan fasilitas KPR (kredit pemilikan rumah).
Bagi pasangan muda yang ingin memiliki rumah sendiri, ada beberapa hal perlu diperhatikan:
Tentukan CicilanHitung dengan cermat berapa penghasilan yang didapat (suami dan istri) dalam sebulan, kemudian dikurangi dengan jumlah pengeluaran rutin setiap bulannya.
Selisih dari pendapatan dan pengeluaran tersebut dapat dijadikan biaya mencicil rumah. Di sisi lain, bank menghitung angka kesanggupan mencicil 30% dari penghasilan bulanan.
Angka tersebut (selisih pengeluaran-pendapatan atau 30% dari penghasilan) bisa dijadikan patokan kesanggupan Anda mencicil KPR setiap bulannya. Jangan coba memperbesar nilai cicilan, agar tidak terlibat kredit macet.
Cek Utang AndaPeriksa, apakah Anda memiliki utang yang sedang berjalan. Jika Anda memiliki utang yang telah dilunasi, pastikan urusan terkait utang tersebut telah selesai yang dibuktikan dengan surat bukti pelunasan.
Sebaiknya Anda terbebas dari urusan utang minimal enam bulan sebelum mengajukan KPR. Dan jangan menambah utang baru!
Pastikan Anda tidak masuk daftar hitam (black list) Bank Indonesia. Jika Anda pernah kredit di bank dan menunggak lebih dari dua bulan berturut-turut, otomatis Anda masuk daftar hitam BI.

MenabungMulailah menabung di bank—disarankan di bank yang Anda incar untuk mengucurkan kredit—dengan memasukkan pendapatan tetap bulanan Anda. Selain akan membuat Anda termotivasi untuk berhemat, menabung juga akan mempermudah bank menganalisa keuangan Anda.

Data PribadiJangan lupa untuk mempersiapkan data-data pribadi, seperti KTP (suami dan istri), surat nikah, kartu keluarga, slip gaji, NPWP, dan persyaratan pendukung lainnya.

Kamis, 21 Februari 2013

Daftar Suku Bunga KPR 2013

Daftar Suku Bunga KPR 2013

BankRate KPR (Fix/Floating)
BNI9,9 % (1 th) / 11,00 %
Mandiri8,8% (1 th)/11,10 % 
BCA9,50% (floating)
BTN7,49 % (2 th) /  11,08 %
BRI7,5 % (2 th) / 10,25 %  
Permata8,5% (1 th) / 11,50 %  
CIMB Niaga9,25 % (1 th) / 11,00 %  
Danamon 9,75 % (1 th)/ 12,25 %
Panin8,88 % (3 th) / 11,75 %  
OCBC NISPFloating 12,50 %  
HSBCFloating 8,75 %  
Bank Jabar BantenFloating 9,14 %  
Bank MegaFloating 12,50 %  
UOB Buana10,75 % (1 th)
BukopinFloating 12,40 %  
BIIFloating 10,37 %
Bank ANZ Indonesia7,99 % (2 th) / 10,68 % 
ICB Bumi Putera10,75 % (1 th) 

Rabu, 20 Februari 2013

Jenis-jenis Semen. Beda jenis bedapula fungsi dan penggunaannya.

Bisanya kita hanya tahu bentuk semen dan kegunaan semen hanya sebagai campuran perekat dalam membangun sebuah rumah atau gedung. Ternyata jenis semen itu bermacam-macam, semen untuk membangun rumah bisa, gedung bertingkat, bendungan, jembatan atau bandara berbeda jenis semennya. Beda jenis semennya beda pula fungsi, manfaat dan penggunaan atau peruntukannya. Berikut ini penjelasan mengenai jenis semen yang di produksi dipasaran serta pengunaannya. 

ORDINARY PORTLAND CEMENT TIPE I
Semen hidrolis yang dipergunakan secara luas untuk konstruksi umum, seperti konstruksi bangunan yang tidak memerlukan persyaratan khusus, antara lain bangunan perumahan, gedung-gedung bertingkat, jembatan, landasan pacu dan jalan raya.



PORTLAND CEMENT TIPE II
Semen Portland Tipe II adalah semen yang mempunyai ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya untuk bangunan di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi, beton massa dan bendungan.



ORDINARY PORTLAND CEMENT TIPE III
Semen jenis ini merupakan semen yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal yang tinggi setelah proses pengecoran dilakukan dan memerlukan penyelesaian secepat mungkin. Misalnya digunakan untuk pembuatan jalan raya, bangunan tingkat tinggi dan bandar udara. 


ORDINARY PORTLAND CEMENT TIPE V
Semen Portland Tipe V dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/air yang mengandung sulfat tinggi dan sangat cocok digunakan untuk bangunan di lingkungan air laut. Dikemas dalam bentuk curah.



PORTLAND POZZOLAND CEMENT (PPC)
Adalah semen hidrolis yang dibuat dengan menggiling terak, gypsum, dan bahan pozzolan. Digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya : jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi, dan fondasi pelat penuh.



PORTLAND COMPOSITE CEMENT (PCC)
Adalah bahan pengikat hidrolis haisl penggilingan bersama-sama terak, gypsum, dan satu atau lebih anorganic. Kegunaan semen jenis ini untk konstruksi beton umum, pasangan batu bata, plesteran, selokan, pembuatan elemen bangunan khusus seperti beton pracetak, beton pratekan, dan paving block.



SUPER MASONARY CEMENT (SMC)
Adalah semen yang dapat digunakan untuk konstruksi perumahan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K225. Dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton hollow brick, paving block, dan tegel.



OIL WELL CEMENT, CLASS G-HSR (HIGH SULFATE RESISTANCE)
Merupakan semen khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan kontruksi sumur minyak di bawah permukaan laut dan bumi. OWC yang telah diproduksi adalah Class G, High Sulfat Resistance (HSR) disebut juga sebagai (Basic OWC". Aditif dapat ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai  kedalaman dan temperatur tertentu.


SPECIAL BLENDED CEMENT(SBC)
Adalah semen khusus yang diciptakan untuk pembangunan mega proyek jembatan Surabaya MAdura (Suramadu) dan cocok digunakan untuk bangunan di lingkungan air laut. Dikemas dalam bentuk curah.


sumber: http://www.semengresik.com

Senin, 07 Januari 2013

5 Cara Agar Rumah Tusuk Sate Bisa Membawa Hoki

Memiliki rumah di tusuk sate banyak dihindari oleh sebagian orang, lantaran secara feng shui dinilai membawa pengaruh buruk bagi para penghuninya. Paradigma ini membuat banyak lahan perumahan di lokasi tusuk sate tidak laku dijual.

Bagi Mauro Rahardjo, hunian di lokasi tusuk sate memang merupakan persoalan tersendiri dalam kajian feng shui. Tetapi pakar Feng Shui ini mengatakan, hal tersebut bukan tidak dapat diatasi—meskipun banyak orang tidak mengetahui caranya.

Pada dasarnya, imbuh  Mauro, rumah tusuk sate memiliki aliran chi yang sangat kuat. Begitu kuatnya, hingga aliran chi tersebut bisa rusak. Mauro mengibaratkan seperti aliran angin yang masuk ke dalam lorong. Rumah tusuk sate yang letaknya ada di bawah jalan, kata Mauro, lebih sulit diatasi dibanding rumah yang posisinya di atas jalan. “Tetapi kalau rumah memiliki tanah yang luas, di atas tigaratus meter persegi, hal itu masih bisa diatasi,” tuturnya.

Rumah di tusuk sate, kata Mauro, bisa mendatangkan berbagai keburukan bagi penghuninya, jika si penghuni tidak cocok dengan lokasi tersebut atau jika keberuntungannya sedang turun. “Keburukan yang bisa datang bagi penghuni adalah semua hal bisa terasa serba salah, kesehatan menurun dan sakit-sakitan, keuangan menipis, dan keharmonisan keluarga memburuk,” papar Mauro.

Tetapi sebaliknya, jika orang tersebut cocok dengan lokasi tusuk sate, justru kesehatan, keuangan, dan keharmonisan keluarga justru makin membaik, imbuhnya. Hal ini disebabkan aliran chi yang kuat di lokasi tersebut.

Beberapa Metode Antisipasi
Bagi master feng shui yang juga arsitek ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Metode pertama, dengan melihat kua calon penghuni. Kua terbagi menjadi tiga, yaitu kua kuat, sedang, dan lemah. Kua kuat adalah 2, 5, dan 9; kua lemah 1, 6, 8; sementara kua sedang, yakni 3, 4, dan 7 (lihat cara menghitung kua di bagian bawah). Penghuni yang memiliki kua kuat, menurut Mauro, justru bagus jika tinggal di rumah tusuk sate, sebaliknya mereka yang memiliki kua lemah tidak dianjurkan tinggal di tusuk sate. Sementara, penghuni yang memiliki kua sedang, baik atau buruknya tinggal di hunian tusuk sate, tergantung peruntungan atau hokinya. Jadi terkadang bisa baik, terkadang bisa buruk.
  2. Metode kedua, imbuh Mauro, adalah dengan memperlambat aliran chi. Caranya, dengan menutupi akses masuk rumah dengan pohon yang rimbun. “Jadi dari arah jalan tusuk sate, yang terlihat lebih dulu adalah pohon-pohon,” jelasnya. Kedua, meninggikan tanah sebelum mendirikan rumah kira-kira 1,5 meter, sehingga bangunan lebih tinggi dari jalan. Hal ini membuat aliran chi yang deras dari tusuk sate menabrak tanah urukan. Ketiga, pintu masuk dibuat tidak langsung menghadap tusuk sate, alias harus serong.
  3. Cara lain yang bisa dilakukan, dengan menanam pohon-pohon rimbun di buffer ruang luar. Selain mampu meredam kebisingan kendaraan,  buffer ini juga dapat menghalau aliran chi yang kuat dari tusuk sate. 
  4. Di samping itu, bentuk bangunan keseluruhan pun mesti disesuaikan, yakni dengan menggunakan bentuk dari unsur api (segitiga) dan logam (bulat). “Rumah di tusuk sate harus dibuat dengan tipe khusus seperti ini. Tipe rumah tusuk sate pun bisa dimodifikasi sehingga mendekati bentuk rumah standar, tetapi sebaliknya, tipe rumah standar tidak bisa dimodifikasi menjadi rumah tusuk sate,” jelas Mauro.
  5. Cara paling efektif untuk mengatasi gangguan tusuk sate, kata Xiang Yi adalah membangun tembok penghalang di antara jalan yang menusuk dan rumah. Tembok seperti itu disebut zhaobi, fungsinya sama seperti pagar. Bedanya jika pagar memiliki lubang di sana-sini, tembok zhaobi sangat solid.
Dengan cara-cara penanggulangan tersebut, kata Mauro, sudah semestinya para developer mulai mendidik pasar, sehingga mereka mengerti bahwa lokasi rumah tusuk sate sebenarnya bagus dan membawa hoki. “Kalau tidak seperti itu, rumah di lokasi tusuk sate tetap tidak akan laku,” katanya.

Cara Menghitung Kua

Untuk Laki-laki: angka 100 dikurangi dua angka terakhir tahun kelahiran, kemudian dibagi 9. Sisa dari hasilnya adalah angka kua.
Contoh:
laki-laki lahir tahun 1954.
100-54=46:9=5, sisa 1
Angka kua Anda adalah 1

Untuk Wanita: dua angka terakhir tahun kelahiran, dikurangi 4, kemudian hasilnya dibagi 9. Sisa yang didapat itulah angka kua.
Contoh:
wanita kelahiran 1955
55-4=51:9=5 sisa 6
Angka kua Anda 6

sumber: rumah.com
pakar fengshui:  Mauro Rahardjo &  Xiang Yi

Artikel Fengshui lain yang berhubungan:
Bentuk tanah dan rumah yang baik 

Sabtu, 05 Januari 2013

6 Tips Cerdik Mengatasi Rumah “Tusuk Sate”

Lokasi rumah di pertigaan jalan dengan salah satu ruas jalan yang menghadap ke rumah (posisi di lokasi mirip hurut “T”) atau tepat di tikungan jalan sering dihindari. Inilah rumah “tusuk sate”. Menempatii psosi di ujung jalan dengan menghadap ruas jalan secara langsung seringkali dipandang kurang menguntungkan. Alasannya, 1) posisi rumah tusuk sate rawan dari bahaya penerobosan kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. 2) Suasana ramai kendaraan bermotor dan polusi yang dihasilkan lali lalang kendaraan dari 3 posisi bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan. Namun, jangan dulu berkecil hati bila rumah tinggal yang Anda beli atau miliki berada di lokasi tusuk sate. Ada sejumlah cara yang bisa Anda terapkan di lokasi “tusuk sate” agar “hoki” tidak berpaling, seperti tips cerdik dari tipsanda.com berikut ini:
1. Pintu Utama. Sebaiknya Anda menempatkan pintu utama rumah tidak menghadap langsung ke jalan. Misalnya, di bagian kanan atau bagian kiri rumah. Sehingga apabila pintu sedang dibuka, debu jalanan dan cahaya kendaraan tidak langsung masuk ‘menghujam’ ke dalam rumah.
2. Kualitas Udara. Untuk menjaga agar kualitas udara di sekitar rumah tetap bersih, tanamlah tumbuhan hujau di halaman rumah. Tumbuhan hijau selain meneduhkan juga bisa berperan sebaai filter udara, debu dan mengurangi kebisingan lalu lintas di depan rumah.
3. Posisi Kamar Tidur. Usahakan posisi kamar tidur tidak berada di bagian depan rumah untuk menjaga kesehatan para penghuninya. Mengapa? Selain banyaknya debu yang terhembus “menghujam” ke rumah Anda, cahaya-cahaya kendaraan yang langsung menyinari kamar tidur, membuat tidur Anda teganggu. Otomatis dengan istirahat yang tidak optimal, kondisi tubuh Anda akan menjadi tidak segar, dan berimplikasi pada kebugaran dan kesehatan Anda.
4. Cermin. Sebagai peringatan bagi kendaraan yang melintas jalan di depan rumah, Anda bisa memasang cermin. Cermin dapat membantu mengurangi cahaya lampu kendaraan. Pengemudi kendaraan pun akan mengetahui bahwa di ujung jalan ada rumah dan simpangan sehingga menurunkan kecepatan kendaraan.
5. Pengamanan. Karena posisinya yang “strategis” rumah “tusuk sate” bisa terbilang lebih rawan dari segi keamanan. Karena pada posisi ini rumah Anda mudah “diintai”  dari 3 sisi yang berbeda, yang paling utama sisi depan. Jadi sebaiknya aplikasikan sistem keamanan rumah yang lebih ketat. Misalnya, dengan menambah petugas keamanan (satpam), pagar yang kokoh, gembok, system alarm, atau jika mampu gunakan CCTV. Pagar yang bersifat tertutup (bisa melapisi pagar Anda dengan polycarbonate, tanaman bambu kecil atau tanaman rambat), lebih memberikan privacy bagi aktifitas penghuni di dalamnya sehingga tidak terekspose dari luar.
6. “Tusuk Sate” yang Dirindukan dan Diberkahi. Cobalah untuk menanam jenis pohon yang menghasilkan seperti mangga, rambutan dan sebagainya. Apabila sudah berbuah, jangan lupa untuk membagikan juga hasilnya buat tetangga-tetangga di sekitar rumah Anda (sodakah pada tetangga). Sehingga dengan demikian, disamping hubungan baik dengan tetangga menjadi lebih erat, pohon tersebut juga mampu membuat tetangga-tetangga sekitar Anda untuk sekedar melirik rumah Anda yang secara tidak langsung mempedulikan keadaan rumah Anda. Hal ini akan membuat rumah Anda senantiasa terjaga oleh lingkungan Anda. Dan mungkin mereka akan berpikir bahwa “tusuk sate” bisa juga menjadi berkah buat sekelilingnya. Selain itu,  dalam Agama Islam, sedekah pada orang lain yang membutuhkan adalah sebuah kekuatan yang dikatakan Allah SWT bisa mengalahkan 5 (lima) elemen alam (tanah, besi, api, air, dan angin). Jadi, Tuhan tidak akan memberi rejeki berdasarkan apa dan dimana tempat kita. Tuhan tidak akan menghentikan anugerah rejeki-Nya jika kita tinggal di tempat tusuk sate.
sumber:  http://tipsanda.com

Artikel lain yang berhubungan: 

Minggu, 16 Desember 2012

Anda belum punya rumah??? Jangan kuatir sekarang ada FLPP.


Anda belum punya rumah???  Selama ini masih jadi Kontraktor alias masih kontrak rumah sana sini, karena penghasilan Anda masih belum bisa untuk beli rumah atau untuk kredit rumah di perumahan yang ada sekarang sebab angsurannya tidak bisa terjangkau dengan penghasilan Anda perbulannya. Tapi jangan kuatir sekarang ada program tahun 2013 dari pemerintah untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah atau yang berpenghasilan kuarang dari Rp.3.500.000/bulannya, nama programnya FLPP atau kepanjangan dari Fasilitas Likuiditas Pemilikan Perumahaan dari Kementerian Perumahan. Adapun persyaratan pengajuan KPR Bersubsidi FLPP adalah sbb.:

No.
Jenis
Jumlah
1
Foto Copy KTP Suami Istri *
@ 4 Lembar
2
Foto Copy Kartu Keluarga
4 Lembar
3
Foto Copy Surat Nikah *
4 Lembar
4
Pas Photo 3x4 Berwarna Suami + Istri *
@ 2 Lembar
5
Materai Rp. 6.000,-
4 Lembar
6
Surat Keterangan Belum Memiliki Rumah dari Kelurahan
Asli
7
Rekening Listrik (struk Token)
Asli
8
Surat Keterangan Domisili ******
Asli
9
Foto Copy NPWP Pribadi
4 Lembar
10
Foto Copy SPT Pajak Pribadi **
4 Lembar
11
Slip Gaji ***
Asli
12
SK Pengangkatan Pegawai Tetap ****
Asli
13
SIUP dan NPWP Perusahaan *****
Asli
14
Foto Copy Rekening Tabungan BTN BATARA
4 Lembar
15
Foto Copy Kartu Pegawai (Jika Ada)
4 Lembar

Keterangan :
* Jika Sudah Menikah, jika belum, cukup foto copy data pribadi saja
** Jika masa berlaku NPWP Lebih dari 1 tahun
*** Bisa digantikan dengan Surat Keterangan Penghasilan dari Perusahaan
**** Bisa diganti dengan Surat Keterangan Kerja
****** Bisa diganti dengan Surat Keterangan Keberatan mengeluarkan SIUP dan NPWP Perusahaan
******* Bagi yang memiliki KTP luar Yogyakarta

SYARAT KHUSUS
  • Tidak memiliki riwayat kredit bank yang buruk (Permasalahan Kartu Kredit, Cicilan motor yang sering menunggak)
  • Memiliki Penghasilan kotor (total gaji) tidak kurang 3 x nilai angsuran bulanan dan tidak lebih dari Rp. 3,5 jt perbulan 
  • Berusia sekurang-kurangnya 21 tahun atau sudah menikah.
  • Menandatangani SPR dan Form yang telah disedikan.
  • Tidak memiliki kredit kendaraan roda empat (mobil).
Catatan :
Jika anda memiliki kendala dalam hal persyaratan KPR Bersubsidi, silahkan hubungi costumer service kami Hanin Property di 0821-33033-698  atau kirimkan email ke haninproperty1@gmail.com


Senin, 10 Desember 2012

Kemenpera Optimis Salurkan FLPP Untuk 350.000 Rumah tahun 2013


JAKARTA – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) optimis pada tahun 2013 mendatang mentargetkan penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk sekitar 350.000 unit rumah dengan total anggaran sekitar Rp 2,7 Triliun. Untuk itu, Kemenpera terus berharap adanya partisipasi aktif dari sejumlah perbankan untuk menyalurkan dana FLPP serta para pengembang untuk meningkatkan jumlah pasokan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.

"Kami targetkan tahun depan penyaluran FLPP untuk 350.000 unit rumah di seluruh Indonesia. Saat ini sudah ada 6 bank swasta nasional dan 14 bank pembangunan daerah (BPD) yang telah bekerjasama dengan Kemenpera untuk penyaluran FLPP ini. Selain bekerjasama dengan perbankan kami juga menggandeng asosiasi pengembang untuk ikut meningkatkan pasokan rumah untuk masyarakat,” ujar Asisten Deputi Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kemenpera Iwan Nurwanto pada Diskusi Properti bertemakan Kenaikan Patokan Harga Rumah Subsidi, Antara Jaminan Pasokan Dan Daya Beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Perumahan (Forwapera) bekerjasama dengan Bagian Humas dan Protokol Kemenpera di Hotel Ambhara, Jakarta, Selasa (27/11).

Lebih lanjut, imbuhnya, ke enam bank swasta nasional tersebut antara lain Bank BTN, Bank BTN Syariah, BNI, BRI dan BRI Syariah, Bank Mandiri. Sedangkan 14 bank pembangunan daerah yang bekerjsama dengan Kemenpera adalah  BPD Jawa Tengah, BPD NTT, BPD Jawa Timur Syariah, BPD Kalimantan Tengah, BPD Sulawesi Tenggara, BPD Papua, BPD Riau Kepri, BPD Sumatera Utara Konvensional, BPD Sumatera Utara Syariah, BPD Kalimantan Selatan, BPD Sumsel Babel, BPD Jawa Timur, BPD DIY, Bank Nagari, Bank Kalimantan Timur.

Bank BTN (syariah dan konvensional) memiliki kontribusi yang signifikan sampai dengan 99.2% dari penyerapan FLPP. BTN (KONVENSIONAL) berhasil menyalurkan FLPP untuk 144.243 unit rumah senilai Rp 4,9 T dan BTN Syariah 7.629 unit rumah senilai Rp 281,5 Milyar. “Kami harap bank-bank lainnya juga bisa meningkatkan penyerapan FLPP sehingga lebih banyak lagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memiliki rumah yang layak huni,” tandasnya.

Lebih lanjut, dirinya menerangkan, dari total 350.000 unit rumah tersebut nantinya akan terbagi dalam dua KPR. Pertama adalah KPR Rumah Sejahtera Tapak sebanyak 348.500 dan kedua KPR Rumah Sejahtera Susun sebanyak 1.500 unit.

Berdasarkan data yang dari Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU),  kinerja penyaluran FLPP yang telah dilaksanakan oleh Kemenpera bersama sejumlah bank penyalur dari tahun 2010 hingga 2012 telah mencapai angka 152.885 unit rumah dengan nilai dana FLPP Rp 5,24 Triliun. Sedangkan hingga pertengahan bulan November 2012, BLU PPP Kemenpera telah menyalurkan dana FLPP untuk 35.340 unit senilai Rp 1,03 T.

“Kami targetkan hingga akhir tahun 2012 setidaknya bisa tersalurkan dana FLPP untuk sekitar 80.000 unit. Hal itu dikarenakan masih ada sekitar 20.000 hingga 22.000 unit rumah hasil konversi KPR FLPP dari Bank BTN,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apersi Eddy Ganefo menyatakan, para pengembang yang tergabung dalam asosiasi pengembang tetap mendukung program penyaluran FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pasalnya kebutuhan rumah terus meningkat setiap tahunnya. Selain itu, adanya putusan Mahkamah Konstitusi terkait tidak adanya pembatasan ukuran pembangunan rumah sejahtera diharapkan bisa mengoptimalkan pasokan rumah untuk masyarakat.

“Kami tetap mendukung program penyaluran FLPP Kemenpera. Namun demikian, bank-bank di daerah banyak yang belum memahami dengan baik proses penyalurannya. Kami harap Kemenpera dan bank penyalur bisa mengintensifkan sosialisasi program ini agar tidak hanya dipahami oleh bank yang di pusat saja tapi juga bank-bank di daerah,” tandasnya.
 sumber: humas.  www.kemenpera.go.id

Senin, 08 Oktober 2012

Keunggulan dan Kelemahan Investasi Ruko dan Rukan


RumahCom – Rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan) merupakan properti komersial yang cukup menjanjikan sebagai investasi. Dibanding investasi menyewakan rumah, investasi ruko dan rukan memiliki kelebihan, tetapi di sisi lain ada pula beberapa kelemahannya.

Berikut ini keunggulan dan kelemahan investasi ruko dan rukan yang dinukil dari buku “Menjadi Kaya Melalui Properti” tulisan pengamat properti Panangian Simanungkalit.

Keunggulan
Pertama, permintaan terhadap suplai ruko dan rukan tergolong tinggi, terutama di kawasan bisnis, perdagangan, dan entertainment. Di kawasan-kawasan seperti ini, ruko dan rukan bisa menjadi pendukung ekonomi atau bahkan dapat menjadi motor utama penggerak roda ekonomi di daerah tersebut.

Kedua, jangka waktu penyewaan menengah, yakni antara 2-3 tahun, lebih panjang dari jangka waktu rumah sewa. Pasalnya, penyewa ruko atau rukan harus memperhitungkan keuntungan yang didapatnya dengan menyewa di lokasi tersebut.

Adakalanya, si penyewa ruko baru mendapat titik impas (break even point) di tahun kedua. Dengan menyewa ruko tersebut tiga tahun, maka di tahun ke tiga, dia akan menikmati laba dari bisnisnya di ruko tersebut.

Ketiga, capital rate ruko atau rukan berkisar 6% – 9 %. Tingkat pengembalian investasi ruko dan rukan lebih besar dibanding rumah sewa. Hal ini disebabkan luas bangunan ruko atau rukan yang lebih besar dibanding luas tanahnya. Selain itu, umumnya ruko dan rukan berada di daerah yang ramai dan prospektif secara ekonomis, seperti di pinggir jalan raya atau di dekat pasar, mal, pusat belanja, dan daerah pusat hiburan.

Kelemahan
Pertama, ruko dan rukan sensitif terhadap krisis ekonomi karena merupakan tempat berdagang. Jika kondisi ekonomi memburuk, maka bisa jadi sebagian pedagang—yang menyewa ruko atau rukan—akan menghentikan aktivitas perdagangannya.

Hal ini tentu berbeda bisnis dengan rumah sewa yang merupakan kebutuhan primer. Kendati terjadi krisis, rumah tetap dibutuhkan.

Kedua, prospek bisnis ruko dan rukan sangat bergantung pada lokasi. Seyogianya ruko atau rukan dibangun di pinggir jalan yang ramai atau di kawasan yang strategis, sehingga kemungkinan besar ramai pengunjung. Pasalnya, ruko adalah produk properti yang sangat tergantung pada keramaian atau crowd di depannya.

Hindari membeli ruko atau rukan di lokasi yang sepi dan tidak strategis, karena kemungkinan besar akan sepi pengunjung—dan tentu sepi penyewa. Dalam bisnis properti, hal ini disebut ruko atau rukan spekulatif.

Sabtu, 22 September 2012

Pahami Rumus Pajak dan Biaya Jual Beli Rumah


Nur Januarita Benu - Okezone
foto: ilustrasi/lamorindarealestateblog

JAKARTA - Apabila Anda ingin menjual rumah atau sekadar baru merencanakan membeli rumah, ada syarat-syarat penting mengenai pajak dan biaya-biaya yang wajib dipenuhi.

Dalam transaksi jual beli, pada dasarnya terdapat dua jenis pajak yang terkait, yakni Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (selanjutnya disebut PPh TB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (BPHTB). PPh TB terutang di sisi penjual, sementara BPHTB terutang
di sisi pembeli.

Adapun rumus perhitungan kedua pajak tersebut beserta rinciannya seperti yang dijabarkan berikut ini, dikutip dari blog pribadi Alumniundipjualrumah, Jumat (20/1/2012).

Rumus PPh TB
Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 1994 yang telah diubah terakhir dengan PP Nomor 79 Tahun 1999, PPh TB yang terutang ditetapkan sebesar lima persen dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan.

Adapun yang dimaksud dengan nilai pengalihan hak tersebut adalah nilai yang tertinggi antara nilai berdasarkan Akta Pengalihan Hak dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah dan atau bangunan menurut Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB tahun yang bersangkutan. Sementara jika SPPT tahun yang bersangkutan belum terbit,
maka yang digunakan adalah NJOP menurut SPPT tahun pajak sebelumnya.

Jika penjual merupakan Wajib Pajak badan termasuk koperasi yang usaha pokoknya melakukan transaksi pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan, maka tidak dikenakan pemotongan PPh TB, pemajakannya mengikuti ketentuan umum PPh.

Sementara jika penjual tergolong Wajib Pajak orang pribadi, yayasan atau organisasi sejenis, yang usaha pokoknya melakukan transaksi pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan, pajak yang dimaksud bersifat final.

Rumus BPHTB
Berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1997 yang telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2000 (UU BPHTB), BPHTB yang terutang ditetapkan sebesar lima persen dari Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP).

Sementara NPOPKP merupakan selisih dari Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dengan NPOPTKP (Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak). Masih berdasarkan peraturan yang sama, NPOP untuk jual beli adalah harga transaksi. Seandainya NPOP tidak diketahui atau lebih rendah dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB pada tahun terjadinya perolehan, maka dasar pengenaan pajak yang dipakai adalah NJOP PBB.

Sedangkan NPOPTKP untuk transaksi jual beli ditetapkan paling banyak Rp60 juta. UU yang sama juga mengatur bahwa atas transaksi jual beli, BPHTB terutang sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. Pajak yang terutang pada prinsipnya harus dilunasi pada saat terjadinya perolehan hak atas tanah dan atau bangunan.

Kamis, 06 September 2012

Masyarakat Lirik Condotel


Tomi Sujatmiko | Selasa, 4 September 2012 
Ilustrasi (Foto : Istimewa)
SLEMAN (KRjogja.com) - Para pengembang mulai berlomba membangun condominium hotel (Condotel) di DIY karena semakin diminati masyarakat sebagai investasi menguntungkan dan besarnya pasar yang belum digarap.

General Manager Hotel Sahid Raya Yogyakarta Djoko Soewardianto mengatakan pangsa pasar condotel di DIY sangat tinggi. Buktinya dari 500 unit condotel yang dibangun, sudah terpesan 10 persen atau 51 unit. Condotel sebagai tempat tinggal bisa menjadi alat investasi di masa depan.

"Kami menawarkan condotel seharga Rp448 miliar secara tunai dan sistem hak sewa bangunan. Sebagian besar konsumennya adalah warga DIY sendiri. Kami juga akan membangun apartemen seharga Rp348 miliar dengan 3 pilihan," ujarnya. (Fir)

Artikel lain yang berhubungan:

* Beli rumah tanpa uang, tanpa hutang....

Senin, 16 Juli 2012

Jatah Rumah di Sleman dan Kota Yogya Habis


Ilustrasi (Foto : Dok)
YOGYA (KRjogja.com) - Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta sudah habis karena terbentur peraturan tentang syarat pemberian fasiltas itu.

Kepala Cabang PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk  Mamat Setiawan menjelaskan FLPP adalah fasilitas keringanan bunga kredit perumahan dan diberikan kepada debitor yang memiliki pendapatan di bawah Rp3,5 juta. Selain itu belum memiliki rumah dan diberikan tipe maksimal 36 dengan harga tidak lebih dari Rp80 juta. Namun, yang tersisa untuk Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo.

"Mustahil mendapatkan rumah dengan harga di bawah Rp 80 juta di kedua wilayah ini. Sebagian besar rumah di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta harganya sudah cukup tinggi. Banyak pengembang yang mulai mengalihkan investasinya ke tiga wilayah lain yaitu Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul," ujarnya.

Dia mengatakan sepanjang tahun ini pemerintah mengalokasikan 10 ribu rumah mendapatkan FLPP dan pengajuannya berdasarkan permohonan masyarakat sendiri. (Fir)

Bantul Jadi Incaran Investor Properti



Ilustrasi (Foto : Dok)
KASIHAN (KRjogja.com) - Banyak pengusaha properti yang mengincar pembangunan perumahan di kawasan Bantul. Hal ini lantaran Bantul dianggap kawasan strategis dan memiliki kemudahan dalam pengurusan status tanah yang legal.

"Bantul menjadi incaran investor properti karena di Bantul masih banyak lahan murah, letak geografis yang strategis, dekat dengan pusat kota. Hal terpenting bagi investor seperti kami adalah kepengurusan izin di Bantul yang tidak berbelit sehingga sangat memudahkan kami melakukan investasi di Bantul," ujar Wakil Ketua DPD Real Estate Provinsi DIY, Danang Wahyu Broto MSi, Senin (16/7).

Dijelaskan Danang, permintaan akan perumahan tergolong cukup tinggi, namun warga sering menemui kendala di antaranya harga tanah yang tinggi.

Ia berharap dengan tidak berbelitnya proses perizinan serta murahnya lahan di Bantul, pengembang dapat berpartisipasi memenuhi kebutuhan perumahan bagi warga dengan harga terjangkau. (R-6)