Tampilkan postingan dengan label Feng Shui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Feng Shui. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2013

Tips Memilih Cat Rumah - Cat Tembok dan Cat Kayu

Memilih Cat Rumah Yang Baik
Dalam memilih cat orang sering beranggapan dg harga cat yang mahal pasti akan bagus hasilnya tapi ada tahap yang benar untuk memilh cat

1. PILIH CAT YANG TEPAT GUNA
Faktor no.1 yang harus kita tentukan untuk bidang manakah cat itu akan digunakan , untuk interior / exterior untuk hasil yang maksimal usahakan menggunakan produk cat yang tepar guna

 

2. GUNAKAN PRODUK YANG TRANSPARAN
Bila anada punya kesempatan untuk datang ke tk bangunan dlm membandingkan beberapa produk cat bacalah keterangan/aturan pemakaian dan yang tidak kalah pentingnya data teknis yang ada pada kemasab masing masing cat.tdk semua produk cat mencantumkan data mecantumkannya.

3. TENTUKAN PILIHAN WARNA
Salah satu hal lagi yang perlu kita pertimbangkan adalah pilihan warna yang sesuai dg selera kita.
Tentunya warna cat ruangan menentukan/berpengaruh pada mood suasana hati orang yang tinggal didalamnya. warna2 lembut memberikan kesan sejuk ruangan lebih luas sedang warna kuat sepeti merah ,hitam , coklat memberikan kesan hangat dan berkesan mempersempit ruangan.


4. HITUNG JUMLAH PENGELUARAN
Bila anda sudah menentukan pilihan terhadap cat anda tinggal menghitung jumlah kebutuhan cat untuk bidang yang akan kita cat yang tercantum dalam kemasan. Daya sebar cat untuk sebuah bidang artinya setiap kg/liter cat akan menghasilkan permukaan seluas bidang tertentu.

semoga bermanfaat

Minggu, 24 Februari 2013

Tips Memilih Kunci / Pegangan Pintu

Tips Memilih Kunci/Pegangan Pintu

Pegangan pintu adalah faktor pemanis sekaligus faktor penting keberadaan pintu. Biasanya jika kita menyebut pintu rusak, kebanyakan pegangan pintunya saja yang rusak. Pegangan pintu mempunyai peran penting dalam mengamankan isi rumah. Karena sangat penting itulah, maka ada baiknya untuk memperhatikan hal berikut.

POSISI
Anda harus perhatikan dimana pegangan pintu akan dipasang. Jika Anda menempatkan pegangan pada pintu sebagai interior, Anda tidak perlu terlalu meragukan untuk memilih keamanan kunci yang terbaik. Pada dasarnya Anda hanya perlu memutuskan apakah Anda ingin pintu bagian dalam yang berkemampuan untuk mengunci. Kebanyakan pintu untuk menghubungkan kamar tidur dengan kamar mandi mempunyai kunci, sedangkan pintu untuk ruang-ruang lain tidak memerlukan fungsi kunci.
KEAMANAN
Anda harus mempertimbangkan keamanan yang Anda perlukan dan keinginan untuk mengunci dan membuka kunci. Jika Anda tinggal di area yang lebih aman, Anda bisa hanya menggunakan pegangan pintu standard yang berkunci. Anda juga bisa mempertimbangkan penambahkan kunci keamanan ekstra untuk merasakan lebih nyaman. Jika Anda tinggal di satu daerah yang keamanan meragukan, Anda harus mendapatkan pegangan pintu yang mempunyai fungsi keamanan yang ekstra dan mempunyai mekanisme penguncian yang lebih kuat untuk menambah perlindungan/keamanan.
KENYAMANAN
Selain itu kenyamanan pegangan pintu juga harus dipertimbangkan. Terutama siapa yang akan menggunakan pegangan pintu, anak-anak, orang yang lebih tua atau yang cacat. Secara umum, pegangan pintu yang gaya engkol lebih gampang penggunaannya dibandingkan dengan pegangan bulat.
KEINDAHAN
Keindahan pegangan pintu juga merupakan salah satu hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih pegangan pintu. Kecocokan pegangan pintu dengan pintu dan juga dekorasi rumah memberikan kesan penting. Pegangan pintu yang tersedia dipasaran kini tersedia dalam banyak variasi bentuk, desain, dan finishing. Jika rumah Anda merupakan konsep minimalis, pegangan pintu yang simpel dan berfinishing stainless adalah pilihan untuk menambahkan kesan minimalis.
KETEBALAN
Sebelum Anda memilih pegangan, Anda harus mengukur ketebalan pintu. Kebanyakan pintu mempunyai ketebalan yang standar, jika Anda mempunyai pintu yang dipesan khusus atau pintu yang lebih tua, Anda harus memastikan pegangan pintu yang dipilih itu adalah khusus untuk ketebalan yang diinginkan dan bisa dipasang pada pintu Anda dengan pas.
Sumber : Rudy Dewanto

Senin, 07 Januari 2013

5 Cara Agar Rumah Tusuk Sate Bisa Membawa Hoki

Memiliki rumah di tusuk sate banyak dihindari oleh sebagian orang, lantaran secara feng shui dinilai membawa pengaruh buruk bagi para penghuninya. Paradigma ini membuat banyak lahan perumahan di lokasi tusuk sate tidak laku dijual.

Bagi Mauro Rahardjo, hunian di lokasi tusuk sate memang merupakan persoalan tersendiri dalam kajian feng shui. Tetapi pakar Feng Shui ini mengatakan, hal tersebut bukan tidak dapat diatasi—meskipun banyak orang tidak mengetahui caranya.

Pada dasarnya, imbuh  Mauro, rumah tusuk sate memiliki aliran chi yang sangat kuat. Begitu kuatnya, hingga aliran chi tersebut bisa rusak. Mauro mengibaratkan seperti aliran angin yang masuk ke dalam lorong. Rumah tusuk sate yang letaknya ada di bawah jalan, kata Mauro, lebih sulit diatasi dibanding rumah yang posisinya di atas jalan. “Tetapi kalau rumah memiliki tanah yang luas, di atas tigaratus meter persegi, hal itu masih bisa diatasi,” tuturnya.

Rumah di tusuk sate, kata Mauro, bisa mendatangkan berbagai keburukan bagi penghuninya, jika si penghuni tidak cocok dengan lokasi tersebut atau jika keberuntungannya sedang turun. “Keburukan yang bisa datang bagi penghuni adalah semua hal bisa terasa serba salah, kesehatan menurun dan sakit-sakitan, keuangan menipis, dan keharmonisan keluarga memburuk,” papar Mauro.

Tetapi sebaliknya, jika orang tersebut cocok dengan lokasi tusuk sate, justru kesehatan, keuangan, dan keharmonisan keluarga justru makin membaik, imbuhnya. Hal ini disebabkan aliran chi yang kuat di lokasi tersebut.

Beberapa Metode Antisipasi
Bagi master feng shui yang juga arsitek ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Metode pertama, dengan melihat kua calon penghuni. Kua terbagi menjadi tiga, yaitu kua kuat, sedang, dan lemah. Kua kuat adalah 2, 5, dan 9; kua lemah 1, 6, 8; sementara kua sedang, yakni 3, 4, dan 7 (lihat cara menghitung kua di bagian bawah). Penghuni yang memiliki kua kuat, menurut Mauro, justru bagus jika tinggal di rumah tusuk sate, sebaliknya mereka yang memiliki kua lemah tidak dianjurkan tinggal di tusuk sate. Sementara, penghuni yang memiliki kua sedang, baik atau buruknya tinggal di hunian tusuk sate, tergantung peruntungan atau hokinya. Jadi terkadang bisa baik, terkadang bisa buruk.
  2. Metode kedua, imbuh Mauro, adalah dengan memperlambat aliran chi. Caranya, dengan menutupi akses masuk rumah dengan pohon yang rimbun. “Jadi dari arah jalan tusuk sate, yang terlihat lebih dulu adalah pohon-pohon,” jelasnya. Kedua, meninggikan tanah sebelum mendirikan rumah kira-kira 1,5 meter, sehingga bangunan lebih tinggi dari jalan. Hal ini membuat aliran chi yang deras dari tusuk sate menabrak tanah urukan. Ketiga, pintu masuk dibuat tidak langsung menghadap tusuk sate, alias harus serong.
  3. Cara lain yang bisa dilakukan, dengan menanam pohon-pohon rimbun di buffer ruang luar. Selain mampu meredam kebisingan kendaraan,  buffer ini juga dapat menghalau aliran chi yang kuat dari tusuk sate. 
  4. Di samping itu, bentuk bangunan keseluruhan pun mesti disesuaikan, yakni dengan menggunakan bentuk dari unsur api (segitiga) dan logam (bulat). “Rumah di tusuk sate harus dibuat dengan tipe khusus seperti ini. Tipe rumah tusuk sate pun bisa dimodifikasi sehingga mendekati bentuk rumah standar, tetapi sebaliknya, tipe rumah standar tidak bisa dimodifikasi menjadi rumah tusuk sate,” jelas Mauro.
  5. Cara paling efektif untuk mengatasi gangguan tusuk sate, kata Xiang Yi adalah membangun tembok penghalang di antara jalan yang menusuk dan rumah. Tembok seperti itu disebut zhaobi, fungsinya sama seperti pagar. Bedanya jika pagar memiliki lubang di sana-sini, tembok zhaobi sangat solid.
Dengan cara-cara penanggulangan tersebut, kata Mauro, sudah semestinya para developer mulai mendidik pasar, sehingga mereka mengerti bahwa lokasi rumah tusuk sate sebenarnya bagus dan membawa hoki. “Kalau tidak seperti itu, rumah di lokasi tusuk sate tetap tidak akan laku,” katanya.

Cara Menghitung Kua

Untuk Laki-laki: angka 100 dikurangi dua angka terakhir tahun kelahiran, kemudian dibagi 9. Sisa dari hasilnya adalah angka kua.
Contoh:
laki-laki lahir tahun 1954.
100-54=46:9=5, sisa 1
Angka kua Anda adalah 1

Untuk Wanita: dua angka terakhir tahun kelahiran, dikurangi 4, kemudian hasilnya dibagi 9. Sisa yang didapat itulah angka kua.
Contoh:
wanita kelahiran 1955
55-4=51:9=5 sisa 6
Angka kua Anda 6

sumber: rumah.com
pakar fengshui:  Mauro Rahardjo &  Xiang Yi

Artikel Fengshui lain yang berhubungan:
Bentuk tanah dan rumah yang baik 

Sabtu, 05 Januari 2013

6 Tips Cerdik Mengatasi Rumah “Tusuk Sate”

Lokasi rumah di pertigaan jalan dengan salah satu ruas jalan yang menghadap ke rumah (posisi di lokasi mirip hurut “T”) atau tepat di tikungan jalan sering dihindari. Inilah rumah “tusuk sate”. Menempatii psosi di ujung jalan dengan menghadap ruas jalan secara langsung seringkali dipandang kurang menguntungkan. Alasannya, 1) posisi rumah tusuk sate rawan dari bahaya penerobosan kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. 2) Suasana ramai kendaraan bermotor dan polusi yang dihasilkan lali lalang kendaraan dari 3 posisi bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan. Namun, jangan dulu berkecil hati bila rumah tinggal yang Anda beli atau miliki berada di lokasi tusuk sate. Ada sejumlah cara yang bisa Anda terapkan di lokasi “tusuk sate” agar “hoki” tidak berpaling, seperti tips cerdik dari tipsanda.com berikut ini:
1. Pintu Utama. Sebaiknya Anda menempatkan pintu utama rumah tidak menghadap langsung ke jalan. Misalnya, di bagian kanan atau bagian kiri rumah. Sehingga apabila pintu sedang dibuka, debu jalanan dan cahaya kendaraan tidak langsung masuk ‘menghujam’ ke dalam rumah.
2. Kualitas Udara. Untuk menjaga agar kualitas udara di sekitar rumah tetap bersih, tanamlah tumbuhan hujau di halaman rumah. Tumbuhan hijau selain meneduhkan juga bisa berperan sebaai filter udara, debu dan mengurangi kebisingan lalu lintas di depan rumah.
3. Posisi Kamar Tidur. Usahakan posisi kamar tidur tidak berada di bagian depan rumah untuk menjaga kesehatan para penghuninya. Mengapa? Selain banyaknya debu yang terhembus “menghujam” ke rumah Anda, cahaya-cahaya kendaraan yang langsung menyinari kamar tidur, membuat tidur Anda teganggu. Otomatis dengan istirahat yang tidak optimal, kondisi tubuh Anda akan menjadi tidak segar, dan berimplikasi pada kebugaran dan kesehatan Anda.
4. Cermin. Sebagai peringatan bagi kendaraan yang melintas jalan di depan rumah, Anda bisa memasang cermin. Cermin dapat membantu mengurangi cahaya lampu kendaraan. Pengemudi kendaraan pun akan mengetahui bahwa di ujung jalan ada rumah dan simpangan sehingga menurunkan kecepatan kendaraan.
5. Pengamanan. Karena posisinya yang “strategis” rumah “tusuk sate” bisa terbilang lebih rawan dari segi keamanan. Karena pada posisi ini rumah Anda mudah “diintai”  dari 3 sisi yang berbeda, yang paling utama sisi depan. Jadi sebaiknya aplikasikan sistem keamanan rumah yang lebih ketat. Misalnya, dengan menambah petugas keamanan (satpam), pagar yang kokoh, gembok, system alarm, atau jika mampu gunakan CCTV. Pagar yang bersifat tertutup (bisa melapisi pagar Anda dengan polycarbonate, tanaman bambu kecil atau tanaman rambat), lebih memberikan privacy bagi aktifitas penghuni di dalamnya sehingga tidak terekspose dari luar.
6. “Tusuk Sate” yang Dirindukan dan Diberkahi. Cobalah untuk menanam jenis pohon yang menghasilkan seperti mangga, rambutan dan sebagainya. Apabila sudah berbuah, jangan lupa untuk membagikan juga hasilnya buat tetangga-tetangga di sekitar rumah Anda (sodakah pada tetangga). Sehingga dengan demikian, disamping hubungan baik dengan tetangga menjadi lebih erat, pohon tersebut juga mampu membuat tetangga-tetangga sekitar Anda untuk sekedar melirik rumah Anda yang secara tidak langsung mempedulikan keadaan rumah Anda. Hal ini akan membuat rumah Anda senantiasa terjaga oleh lingkungan Anda. Dan mungkin mereka akan berpikir bahwa “tusuk sate” bisa juga menjadi berkah buat sekelilingnya. Selain itu,  dalam Agama Islam, sedekah pada orang lain yang membutuhkan adalah sebuah kekuatan yang dikatakan Allah SWT bisa mengalahkan 5 (lima) elemen alam (tanah, besi, api, air, dan angin). Jadi, Tuhan tidak akan memberi rejeki berdasarkan apa dan dimana tempat kita. Tuhan tidak akan menghentikan anugerah rejeki-Nya jika kita tinggal di tempat tusuk sate.
sumber:  http://tipsanda.com

Artikel lain yang berhubungan: 

Senin, 03 Desember 2012

Cara Menghitung Kua

Cara menghitung angka elemen pribadi berdasarkan tahun kelahiran (untuk tahun kelahiran sebelum tahun 2000).

Laki-laki: Angka 100 dikurangi 2 angka terakhir tahun kelahiran kemudian dibagi 9. Sisa dari hasilnya adalah angka kua.
Contoh: laki-laki lahir tahun 1954.
100-54=46:9=5, sisa 1
Angka kua Anda adalah 1.
Perempuan:
Dua angka terakhir tahun kelahiran, dikurangi 4, kemudian hasilnya dibagi 9. Sisa yang didapat itulah angka kua.
Contoh: wanita kelahiran 1955
55-4=51:9=5 sisa 6
Angka kua Anda adalah 6.

Hasil penghitungan Kua sbb.:
Angka kua 1, 3, 4, dan 9 disebut kelompok timur, sedangkan angka kua 2, 5, 6, 7, dan 8 disebut kelompok barat. “Kelompok barat lebih banyak daripada kelompok timur, karena angka kua 5 masuk ke dalam kelompok barat,” ucap Sidhi.

Misalnya, seseorang yang memiliki angka kua 6, rumahnya lebih cocok menghadap barat. “Bagi pemilik angka kua 6 hadap tepat ke arah barat akan memudahkan pemilik rumah mendapat berbagai peluang bisnis. Sebaliknya, seseorang yang memiliki angka kua 7, jika rumahnya menghadap ke arah timur akan babak belur, karena arah tersebut merupakan arah yang paling jelek untuk kua 7,” papar Sidhi.


Artikel lain yang berhubungan:

 

Rumah Menghadap Timur Tak Selalu Membawa Hoki

RumahCom – Bagi sebagian orang, rumah yang menghadap timur lebih baik, karena penghuni akan mendapat sinar matahari pagi yang cukup. Begitu juga dari sisi marketing. Banyak pengembang beranggapan rumah yang menghadap timur lebih baik, sehingga mereka menawarkannya dengan harga lebih mahal ketimbang rumah dengan arah hadap lain.

Namun menurut perhitungan fengsui, tidak semua arah hadap rumah cocok dengan penghuninya. Penentuan arah hadap rumah tak bisa dianggap sepele, apalagi yang berkaitan dengan posisi pintu utama, sebab dari sinilah energi chi keluar-masuk rumah. Hal yang paling utama dalam menentukan arah hadap pintu utama adalah harus cocok dengan pemilik rumah, dalam hal ini kepala keluarga.

Sidhi Wiguna Teh mengatakan, manusia dibagi menjadi dua kelompok: kelompok timur dan barat. "Jika seseorang masuk dalam kelompok timur, maka tidak masalah jika rumahnya menghadap timur. Sebaliknya bagi kelompok barat, jika memiliki rumah yang menghadap timur, maka akan mengalami masalah, baik dari segi finansial maupun karir," jelas pakar fengsui dari Indonesia Feng Shui Architects ini.

Penentuan kelompok barat atau timur ada rumusnya, kata Sidhi. Hal yang harus diketahui adalah angka kua yang didapat dari menghitung angka tahun kelahiran (lihat cara penghitungan).

Angka kua 1, 3, 4, dan 9 disebut kelompok timur, sedangkan angka kua 2, 5, 6, 7, dan 8 disebut kelompok barat. “Kelompok barat lebih banyak daripada kelompok timur, karena angka kua 5 masuk ke dalam kelompok barat,” ucap Sidhi.

Misalnya, seseorang yang memiliki angka kua 6, rumahnya lebih cocok menghadap barat. “Bagi pemilik angka kua 6 hadap tepat ke arah barat akan memudahkan pemilik rumah mendapat berbagai peluang bisnis. Sebaliknya, seseorang yang memiliki angka kua 7, jika rumahnya menghadap ke arah timur akan babak belur, karena arah tersebut merupakan arah yang paling jelek untuk kua 7,” papar Sidhi.
sumber:rumah.com

Artikel lain yang berhubungan:
 Menentukan Arah Pintu Rumah
 Cara Menghitung Kua

Menentukan Arah Pintu Rumah


  RumahCom - Pintu utama adalah jalan mengakses—tempat keluar dan masuk—rumah. Untuk itu, arah dan posisinya harus benar-benar diperhitungkan.

Menurut ilmu feng shui, pintu utama menjadi prioritas ketika seseorang membangun rumah. Master feng shui, Sidhi Wiguna Teh mengatakan, pintu utama rumah ibarat mulut: apa saja yang masuk akan memberi efek ke seluruh tubuh. “Jika kita salah makan, seluruh badan kita akan bermasalah. Seperti itulah,” kata Sidhi.

Menurut Sidhi, arah pintu utama disesuaikan dengan tanggal lahir (kua) kepala keluarga (perhitungan kua lihat di sini).

Idealnya, pintu utama rumah jangan berhadapan langsung dengan pintu utama rumah tetangga. “Jadi kita harus menentukan arah hadap pintu yang baik terlebih dahulu, baru kemudian diatur agar tidak berhadapan dengan pintu tetangga di depan rumah,” kata Sidhi. “Jika kita mendapat arah yang bagus, tapi harus berhadapan dengan pintu tetangga, apa boleh buat?” ucapnya.

Kendati demikian, imbuh Sidhi, ada solusi yang bisa dilakukan jika pintu utama telanjur berhadapan dengan pintu tetangga. “Solusinya beragam, bisa dengan cara menggantungkan pernak-pernik di seputar pintu. Tetapi jalan yang paling tepat adalah mengeser pintu untuk mendapatkan arah yang bagus,” ucap Sidhi.

Perhatikan Daun Pintu
Lantas bagaimana dengan daun pintu rumah? Menurut Sidhi, jika hendak menggunakan daun pintu ganda, ukurannya harus sama besar. “Jika ukuran daun pintu tidak sama, maka akan terjadi ketidakseimbangan,” katanya.

“Dalam ilmu feng shui, laki-laki itu berada kiri, sedangkan perempuan di kanan. Jika daun pintu sebelah kirinya kecil, berarti sang suami tertekan. Begitu sebaliknya, kalau daun pintu sebelah kanan lebih kecil, berarti sang istri yang tertekan,” jelas Sidhi yang mengatakan ketidakseimbangan itu dapat berbentuk ketidaknyamanan dan tekanan psikologis maupun fisik.

Sementara itu, ukuran pintu utama sebaiknya dibuat dengan ukuran lebih besar dari pintu-pintu lain di rumah. Sementara, ukurannya harus proporsional dengan besar bangunan.

Soal warna daun pintu, Sidhi menegaskan, warna memberi efek yang tidak signifikan, tetapi bisa digunakan untuk mempertinggi nilai feng shui pintu tersebut. “Yang utama tetap arah hadap dan posisi pintu,” pungkasnya.
sumber: antoerawan@rumah.com

Artikel yang berhubungan:

Minggu, 02 Desember 2012

Bertetangga dengan Makam, Siapa Takut?

RumahCom – Bagi banyak orang, makam adalah tempat yang menakutkan. Itu sebabnya banyak orang memilih lokasi rumah yang jauh dari “rumah masa depan” tersebut.

Dalam ilmu feng shui, ada beberapa lokasi yang bisa mendatangkan energi negatif atau yin, salah satunya adalah pemakaman. “Pemakaman adalah tempat arwah dan berenergi yin, berbeda dengan dunia manusia yang berenergi yang,” kata pakar feng shui Mauro Rahardjo.

“Kuburan juga merupakan tempat orang menangis, bahkan tak jarang tangisan histeris. Energi seperti ini yang sebenarnya tidak cocok bagi rumah.”

Kendati demikian, menurut Mauro, pekuburan tidak dapat disamaratakan. Harus dilihat kondisinya masing-masing. “Pada dasarnya, semakin besar area sebuah pekuburan, maka semakin besar pengaruh energi yin,” kata Mauro.

Energi yin akan melemah pada pekuburan yang terang dan sudah lama. Misalnya, jelas Mauro, sebuah taman makam Belanda yang terawat baik dan sudah puluhan tahun tidak diisi lagi oleh “penghuni baru”, energi yin-nya tidak akan terasa. “Di dekat pekuburan ini boleh saja dibangun properti,” tutur pendiri Feng Shui School of Indonesia ini.

Energi yin sangat mudah dirasakan manusia. Bila sebuah pekuburan terasa menyeramkan, maka bisa dipastikan energi yin di sana besar. Suasana menyeramkan di sebuah pemakaman, jelas Mauro, dapat disebabkan oleh banyaknya pohon—terutama yang berukuran besar—sehingga menyebabkan lokasi terlalu teduh. Bisa juga karena pekuburan tidak memiliki penerangan yang cukup.

Dilihat dari lokasi, pengaruh yin sangat kuat jika berada di depan rumah. Pasalnya, makam dengan mudah bisa terlihat dari rumah, yang tentu saja mendatangkan suasana seram. Sementara, posisi makam yang lebih tinggi dari rumah, memiliki hawa yin yang lebih besar dibanding posisi yang lebih rendah dari rumah.

Gunakan Warna Merah
Untuk membangun rumah, pemilik harus memerhatikan jarak aman dari kuburan. Pada prinsipnya, penghitungan jarak kuburan seperti menghitung jarak pohon. “Jika di depan rumah ada pohon setinggi 10 meter, sementara jarak antara rumah dengan pohon hanya delapan meter, maka pasti pohon akan berpengaruh bagi rumah,” paparnya.

Sama halnya dengan kompleks pemakaman. Jika lebar pekuburan 100 meter, sementara jarak rumah dengan pekuburan cuma 30 meter, maka pengaruhnya akan besar. Sementara jika jaraknya lebih besar dari lebar pekuburan maka tidak akan banyak pengaruhnya.

Namun, jika sudah terlanjur memiliki lahan (kavling) yang berhadapan dengan makam, solusi terbaik adalah memundurkan bangunan rumah sejauh mungkin dari makam. Kemudian, di halaman depan sebaiknya ditanam tumbuhan yang memiliki unsur api sebagai buffer.

“Tanaman yang mewakili unsur api umumnya memiliki warna dominan merah, seperti palem merah, flamboyan, atau tumbuhan perdu dengan warna merah pekat,” jelas Mauro.

Jika rumah menempel dengan pemakaman atau rumah duka, Mauro menyarankan agar tembok yang berbatasan langsung dengan pemakaman dicat merah agar hawa yin bisa dikurangi. Penerangan dan penghawaan di ruang yang berbatasan langsung juga harus cukup. “Jika tidak, penghuninya bisa sakit-sakitan, kesurupan, atau rumah diganggu hantu,” pungkasnya.





Sumber::antoerawan@rumah.com & pakar feng shui Mauro Rahardjo.

Baca artikel lain yang berhubungan:
1. Solusi membangun di Lahan bekas Makam. 


Sabtu, 01 Desember 2012

Solusi Membangun di Lahan Bekas Makam

RumahCom – Pesatnya perkembangan properti membuat harga tanah meroket, di sisi lain, pengembang kian kesulitan mencari lahan. Tak jarang kita mendengar pemakaman pun ‘dikorbankan’ untuk dijadikan perumahan, apartemen, dan lain-lain.

Dari sisi bisnis, mungkin hal ini tak masalah, tetapi hal ini berbeda jika dilihat dari kacamata feng shui. Dalam pandangan feng shui, memiliki properti di atas tanah bekas makam tidak menguntungkan. Pasalnya, tanah pemakaman mengandung hawa Yin—berbeda dengan manusia yang berenergi Yang.

“Menempati lokasi bekas makam tanpa mengikuti aturan feng shui bisa menyebabkan munculnya kejanggalan bagi penghuninya. Misalnya, penghuni mendengar suara orang berjalan, tetapi tidak ada orangnya,” demikian penjelasan pakar feng shui Mauro Rahardjo.

Menurut Mauro, bagi orang Tionghoa, makam merupakan tempat pemujaan kepada leluhur. Orang Tionghoa percaya, jiwa para leluhur mereka membawa pengaruh langsung bagi kesejahteraan keturunannya, sehingga makam ditempatkan di lokasi, arah hadap, dan kontur yang bagus. Hal ini membuat banyak lokasi atau kompleks pemakaman Tionghoa terlihat rapi dan terkesan mewah.

Dua Cara PenangananLantas, bagaimana jika makam dibongkar untuk peruntukan lain? Menurut Mauro, jika tanah makam harus berubah peruntukannya, energi Yin-nya harus diubah menjadi energi Yang. Usaha pertama yang harus dilakukan adalah menetralkan energi Yin. Mauro menyarankan, lahan makam yang akan dipakai untuk perumahan atau tempat komersial terlebih dahulu harus dibersihkan. “Langkah pertama yang harus  dilakukan adalah memindahkan jenazah yang ada di dalamnya. Setelah jenazah dipindahkan, tanah bekas kuburan dikeruk sedalam kurang lebih setengah meter. Tujuannya agar tanah yang tanah kuburan dibuang, dan diganti dengan tanah yang baru,” jelasnya.

Cara lain yang menurut Mauro bisa menetralkan energi Yin adalah menyiram air garam di seluruh area pemakaman. “Cara membersihkannya adalah dengan menyiram air garam sebanyak seratus kilogram yang dimasak terlebih dahulu. Setelah mendidih, air itu disiramkan di bekas tanah makam tersebut,” Pendiri Indonesia Feng Shui School ini. 

Langkah tersebut, imbuh Mauro, harus dilakukan agar pengaruh Yin tidak terlalu besar. Jika tidak dilakukan, hal itu bisa menyebabkan usaha yang dikembangkan tidak akan sukses atau pemilik rumah bisa sakit-sakitan atau tertimpa musibah. “Hawa Yin yang sangat kuat juga bisa mendatangkan bayangan—yang biasa disebut hantu,” tambahnya.

Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, sebaiknya lokasi tersebut tidak langsung dibangun, setidaknya satu sampai tiga tahun. Hal ini dilakukan agar energi di lokasi bekas makam kembali normal. “Salah satu tanda yang memperlihatkan lahan tersebut sudah normal adalah tumbuhnya tanaman berbatang keras dan warnanya kemerahan yang bersifat Yang,” pungkasnya.

Sumber: rumah.com
pakar feng shui Mauro Rahardjo.

Artikel lain yang berhubungan:
Bertetangga dengan Makam, Siapa Takut?

Bentuk tanah dan rumah yang baik

Minggu, 14 Oktober 2012

Bentuk tanah dan rumah yang baik

Feng Shui Praktis Fengshui tanah dan rumah baik, fengshui, jalan buntu, rumah, sempit, tanah, tusuk sate 1 Comment

Bentuk tanah yang baik adalah

- Berbentuk persegi empat. Boleh panjang ke samping dan juga boleh panjang kebelakang. Disesuaikan dengan kebutuhan.

- Tanah yang lebih besar di belakang. Istilahnya tanah yang berbentuk ‘kantong’.

- Tanah yang datar

Bentuk tanah yang harus dihindari adalah

- Yang menyempit di belakang

- Yang belakangnya lebih rendah dari depan

- Bentuk yang tidak beraturan

Perlu ditekankan juga, tidak semua kondisi bisa diterapkan dengan cara-cara yang ada di atas. Misalnya:

Ukuran tanahnya luas ( ribuan meter persegi ) dan bentuknya tidak beraturan. Jangan langsung mengatakan tanah tersebut tidak baik. Masih ada cara untuk membuat tanah yang bentuknya tidak beraturan menjadi baik. Karena tanahnya sangat luas.

Yang disebutkan diatas tadi adalah cara-cara yang sudah umum. Itu adalah sebagian cara untuk menentukan baik tidaknya suatu tempat / tanah yang akan kita pilih. Dan masih banyak faktor dan cara untuk memilih tanah yang baik.

Cara memilih letak rumah yang baik

- Tidak berada dalam posisi ‘tusuk sate’

- Tidak berada di posisi sebelah luar tikungan jalan

- Tidak berdekatan dengan rumah sakit

- Rumah yang lebih rendah dari jalanan

- Sebisa mungkin tidak memilih rumah yang di jalan yang buntu.

- Dan masih banyak yang lain

Mungkin juga ada yang berkata,” Dana yang saya punya hanya cukup untuk membeli rumah yang termasuk salah satu yang disebutkan diatas”. Misalnya berada dalam posisi ‘tusuk sate’. Apa yang harus saya lakukan…?

Menurut saya…beli saja. Lalu berkonsultasilah dengan master Fengshui supaya bisa dicarikan cara untuk mengurangi efek ‘tusuk sate’ tersebut. Lalu bekerjalah yang giat untuk mengumpulkan dana lagi supaya bisa mencari tempat yang lebih baik. Itu menurut pendapat saya….

Mencari tanah / tempat / rumah tinggal yang benar-benar ideal menurut ilmu Fengshui adalah tidak gampang.

Dan juga perlu diingat…ini adalah Fengshui. Fengshui adalah ‘hidup’. Fengshui adalah ilmu yang sangat tinggi.

Makanya sampai saat ini Master Fengshui selalu dibutuhkan.

Memang ada 1001 cara untuk menyiasati tetapi tetap ada pengecualian. Jika sudah memakai 1001 cara dan tetap tidak bisa menemukan cara yang tepat, baik dan benar maka jalan yang terbaik adalah tidak memilih tempat tersebut.

Lain ladang…lain belalang

Lain kolam…lain ikannya

Beda master…beda caranya



Kutipan dari Xiu Dao Bao Jian

Belajar Dao Ying Shu keluar dari kesesatan

Belajar Dao Fa terhindar dari kehancuran


Artikel lain yang berhubungan :
1, FENGSHUI RUMAH YANG BAIK
2. 8 Tips Membeli Rumah Tinggal menurut Fengshui
3. 10 Tips Penting Feng Shui
4. Jenis dan Penempatan Pohon di sekitar Rumah dari Kacamata Fengshui

Rabu, 10 Oktober 2012

FENGSHUI RUMAH YANG BAIK

Rumah yang baik menurut fengshui

- Penempatan ruangan dengan tepat dan baik menurut ilmu fengshui ( ada beberapa macam cara untuk mengatur / menentukan lokasi )

- Rumah harus mendapatkan cahaya yang cukup ( tidak berlebihan )

- Harus mendapatkan sirkulasi udara yang bagus

- Keamanan harus diutamakan juga

- Jagalah kebersihan rumah

- Buatlah rumah se-nyaman mungkin

- Pilihlah warna yang baik

- Bentuk rumah

Syarat-syarat diatas adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi supaya menjadikan rumah itu baik ditempati secara ilmu pengetahuan. Lalu dibantu dengan seorang pakar fengshui untuk mencari lokasi yang mempunyai æ°” ( QI / CHI ) yang baik dengan bantuan LUOPAN dan yang lainnya. Ada banyak cara untuk mecari daerah yang mempunyai æ°” ( QI / CHI ) yang baik.

Kesimpulannya, gabungan antara ilmu pengetahuan ( arsitektur, desain interior dan yang lain ) dengan penerapan ilmu fengshui akan membuat rumah yang baik.

Lingkungan yang harus dihindari untuk sebuah rumah

- Jangan dekat dengan kuburan

- Jauh dari tempat pemotongan hewan ( jagal )

- Jangan tinggal dekat rumah sakit

- Jangan tinggal di dekat jalan tol, rel kereta api

- Tidak dekat dengan menara listrik tegangan tinggi, menara telekomunikasi

- Mungkin ada beberapa lagi lingkungan yang perlu dihindari

Tidak boleh dekat kuburan karena sering terjadi peristiwa penguburan dan sering melihat orang-orang yang menangis. Inilah yang dinamakan memancarkan hawa negatif. Yang lainnya juga bisa dicerna dengan logika. Ini namanya fengshui yang memakai logika.

Ada kisah menarik yang bisa kita ambil dari kisah “Meng Zi”

Semasa kecil, Meng Zi diasuh oleh ibunya yang sangat bijaksana. Ia pernah berpindah tempat tinggal sampai tiga kali. Rumah yang pertama dekat tanah pemakaman, ibunya sangat khawatir ketika Meng Zi sering menirukan orang yang melaksanakan upacara pemakaman. Kemudian ibunya mengajaknya pindah ke dekat pasar, namun kembali ibunya juga merasa khawatir karena ia sering menirukan sebagai layaknya seorang pedagang yang melakukan transaksi jual beli. Akhirnya, sang ibu memilih untuk tinggal di dekat sekolah dengan harapan agar Meng Zi bisa belajar dan bersekolah seperti halnya anak sebayanya.

Siapakah itu ‘ MENG ZI’

Meng Zi adalah seorang filsuf di Zhong Guo yang sangat terkenal.

Ruangan yang perlu mendapatkan perhatian khusus

- Ruang tidur utama

- Dapur

- Lokasi tangga

- Kamar mandi

Mintalah bantuan pakar fengshui untuk mencari daerah-daerah yang baik, daerah yang æ°” ( QI / CHI ) nya bagus untuk ruang tidur, dapur dan aturlah posisi dan lokasi tangga dengan baik. Daerah yang æ°” ( QI / CHI ) nya kurang bagus dipakai untuk kamar mandi.

Semoga bermanfaat

8 Tips Membeli Rumah Tinggal menurut Fengshui


Fengshui rumah tinggal merupakan salah satu faktor pertimbangan penting terutama bagi mereka yang bertujuan menempati bangunan tersebut.

Berikut ini tip untuk memilih rumah tinggal dari kacamata fengshui.

TIP-1 : Lingkungan Sekeliling Rumah Tinggal
Lingkungan di sekeliling rumah tinggal harus asri. Artinya, tempatnya bersih dan berada pada posisi yang cukup nyaman. Tidak dekat dengan tempat pembuangan sampah. Tidak dikelilingi bangunan-bangunan yang terlalu tinggi di samping kiri-kanan maupun di depannya. Tanaman di sekeliling bangunan pun terlihat subur dan segar.

TIP-2 : Kondisi Kontur Tanah
Rumah tinggal yang baik Feng Shui-nya berada pada kontur tanah yang naik ke belakang, bukan sebaliknya. Rumah yang berada pada tanah yang menurun ke belakang dipercaya dapat mengurangi kemakmuran penghuni rumah tersebut. Juga penting diketahui, apabila ternyata kapling tanah itu telah diurug. Perhatikan rumah yang berada di depan; apakah kondisi tanahnya lebih tinggi, sehingga bangunan rumah tinggal yang diminati itu berada jauh lebih rendah.

TIP-3 : Bentuk Kapling
Bentuk kapling yang baik adalah empat persegi panjang. Bentuk seperti ini baik, apabila memanjang ke belakang, dan kurang dianjurkan apabila lebar depan rumah lebih panjang dari kedalamannya. Bentuk kapling yang melebar ke belakang (ngantong) acap kali juga diminati, tetapi sebaiknya tidak mengecil ke belakang. Bentuk kapling yang kurang beraturan, kurang begitu menguntungkan; perhatikan pula kapling yang tidak beraturan, apakah berbentuk runcing menusuk ke dalam kapling; ini adalah kondisi yang tidak menguntungkan.

TIP-4 : Arah Hadap Pintu Masuk Utama
Arah hadap pintu masuk utama sebaiknya sesuai dengan arah yang baik bagi kepala keluarga (pria dan wanita). Untuk itu harus dilihat angka Kua dari kepala keluarga ini. Untuk pria gunakan rumus: (100 – tahun lahir)/9 sisanya adalah Kua. Untuk wanita, gunakan rumus: (tahun lahir – 4)/9 sisanya adalah Kua.
Kua 2,5,6,7, dan 8 termasuk dalam kelompok Barat, dan arah hadap pintu masuk utama adalah : Barat, Barat Laut, Barat Daya, atau Timur Laut. Kua 1, 3, 4, dan 9 termasuk dalam kelompok Timur, dan arah hadap pintu masuk utama adalah : Timur, Utara, Selatan atau Tenggara.
Contoh perhitungan :
Pria kelahiran 1953 memiliki Kua = (100-53)/9 sisa 2 (BARAT)
Wanita kelhiran 1977 memiliki Kua = (77- 4)/9 sisa 1 (TIMUR)

TIP-5 : Tata Letak Interior
Tata letak interior perlu memperhatikan beberapa prinsip penting. Terutama ialah: dapur tidak terletak di sektor utara (karena utara simbol air, sedang dapur adalah api); kamar mandi/WC tidak terletak di sektor selatan (karena selatan adalah simbol api, sedang kamar mandi/WC adalah simbol air). Selain itu, hindari rumah dengan letak tangga, dapur, atau kamar mandi/WC berada persis di tengah rumah. Hindari juga rumah yang pintu depannya langsung melihat ke arah tangga, pintu dapur, maupun pintu kamar mandi/WC.

TIP-6 : Bentuk Bangunan
Bentuk bangunan yang sederhana dan beraturan lebih baik daripada bentuk bangunan yang tidak beraturan dan bentuk dasar yang beraneka ragam. Apabila sebagian bangunan itu bertingkat, maka posisi tingkatnya sebaiknya berada di bagian belakang bangunan, bukan sebaliknya.

TIP-7 : Dimensi Waktu
Saat transaksi pembelian rumah tinggal dan saat menempati bangunan merupakan hal yang penting. Ada baiknya tidak melakukan aktivitas penting pada tahun-tahun ciong. Pasangan ciong adalah ular-babi; naga-anjing; kelinci-ayam; harimau-monyet; kerbau-kambing; dan tikus-kuda.

TIP-8 : Andalkan Intuisi Anda
Setelah mempertimbangkan ketujuh tip di atas, maka yang terakhir perlu diperhatikan adalah andalkan intuisi Anda sendiri. Ketika melihat bangunan yang diminati, perhatikan semua aspek bangunan itu dari luar hingga masuk ke dalam dan cobalah rasakan, apakah rumah itu akan cocok dengan Anda. Anda dengan cepat dapat mengetahui dan merasakan apakah ada kecocokan dengan bangunan rumah tinggal itu. Kesan pertama ini menjadi penting untuk diperhatikan.
sumber: www.asbabul-hikmah.tripod.com

Artikel lain yang berhubungan:

Feng Shui Tanah
10 Tips Penting Feng Shui
Jenis dan Penempatan Pohon di sekitar Rumah dari Kacamata Fengshui

Feng Shui Tanah

Prinsip dasar dalam Feng Shui tempat tinggal (Yang Zhai Feng Shui) adalah:
1. Dengan mempertahankan energi Qi (dibaca: Chi) yang baik dari suatu lokasi karena Qi dianggap sebagai energi intrinsik yang mempengaruhi kehidupan manusia.
2. Membawa masuk energi Qi dari luar ke sebuah tempat tinggal.
3. Memetakan pola energi di rumah agar penyebaran Qi tersebut dapat seimbang dan harmonis yang tentu saja ini akan memberi pengaruh yang menguntungkan bagi penghuninya, karena ini menjaga interaksi harmonis di antara penghuni rumah.

Parameter penting dalam Feng Shui tempat tinggal terletak pada vitalitas kesehatan penghuni, mengapa? Karena dengan vitalitas yang baik akan memancarkan sebuah pola energi positif dari dalam diri sendiri agar berinteraksi dengan energi alam semesta sehingga dapat berpikir secara tepat, dan bertindak secara efektif yang mana ini dapat mempengaruhi usaha yang mereka capai memberi dampak yang positif.

Pedoman utama dalam Feng Shui melibatkan perpaduan antara energi Yin (diam) dan energi Yang (gerak), yang mana interaksi dari kedua energi ini dapat menciptakan sebuah perubahan. Perubahan ini baik atau buruknya, semua tergantung dari substansi dasar dari apa yang tampak atau kongkret, dalam hal ini adalah lingkungan dimana dia tinggal. Jadi hal pertama dan paling utama adalah mengevaluasi sejarah kavling tanah. Kita harus menghindari sebuah tempat yang dulunya merupakan lokasi dari:

1. Rumah Sakit: karena lokasi ini masih menampung frekuensi atau energi dari yang sakit atau yang meninggal.


2. Rumah Duka: karena energi dukacita masih bisa berdiam di tempat tersebut.


3. Tanah pemakaman: karena dapat mempengaruhi emosi penghuni yang labil, kesepian rohani, serta dalam kasus tertentu penghuni melihat penampakan sebuah roh atau nyawa seseorang dari dimensi lain.


4. Rumah Potong Hewan: karena masih menampung energi ketakutan dan kesedihan.



5. Tempat Ibadah: karena energi dari aktivitas spiritual dikategorikan sebagai energi Yin yang tentu saja dapat mempengaruhi kejadian seperi penampakan roh yang muncul.


6.  Pos Polisi: karena medan energi dari penderitaan dan kesulitan masih berdiam di situ.




Semua lokasi diatas dapat membawa atau menahan energi negatif yang dihubungkan dan diturunkan oleh kegiatan yang pernah dilakukan sebelumnya di tempat tersebut. Dalam ilmu Feng Shui, energi dari lokasi di atas disebut dengan ‘Yin Sha’ atau energi yang dingin dan dapat berpengaruh buruk pada kesehatan dan keberuntungan penghuninya.

Untuk memperbaiki atau membangkitkan kembali pola energi dari tanah tersebut seyogyanya kita merobohkan seluruh bangunan kemudian membiarkannya terbuka dibawah sinar matahari selama kurun waktu tertentu, serta membuang lapisan tanah teratas minimal 1 meter dan menggantinya dengan timbunan tanah yang baru dari sumber yang bagus yang tentu saja tidak mengandung energi yang negatif.

Selain itu, tidak disarankan bagi Anda untuk menghuni disebuah kawasan tanah yang tandus dan berbatuan, karena energi dari tanah ini dihalangi oleh bebatuan dan sulit masuk kedalam tanah. Lantas, bagaimana dengan tanah yang berlumpur? Tanah yang berlumpur memberikan indikasi bahwa kualitas tanah terlalu banyak air yang mana kondisi ini bisa menghambat energi Qi mengumpul dan berpencar ke dalam rumah, dan pada gilirannya dapat mempengaruhi kesehatan penghuni secara jangka panjang.

Jenis dan Penempatan Pohon di sekitar Rumah dari Kacamata Fengshui


KOMPAS.com - Tahukah Anda, dari kacamata Fengshui, pepohonan memiliki pengaruh kuat terhadap rumah. Oleh karena itu, penting artinya memperhatikan pemilihan jenis pohon dan penempatannya di sekeliling rumah. Berikut ini uraian tentang jenis pohon dan penempatannya berdasarkan Fengshui:

Pohon memberi dukungan
Idealnya, setiap rumah dan lokasi bisnis berada di tempat dengan bagian belakang lebih tinggi. Hal ini memberi pengaruh baik terhadap kekayaan. Jika lokasi yang lebih tinggi tidak didapatkan atau berada dalam lanskap datar, bisa dikatakan dukungan vital tersebut tidak ada.

Solusinya, tanamlah pohon di belakang rumah Anda, maka pohon akan memberi pengaruh baik. Tanamlah lima pohon berjajar dalam satu baris di belakang rumah atau bangunan untuk memunculkan dukungan yang hilang tersebut.

Bambu dan keberuntungan
Bambu bisa ditanam secara berjajar sebagai pagar hidup di belakang rumah. Menempatkan bambu pada bagian kiri atau bagian timur belakang rumah, akan memberi energi yang baik. Sementara, penanaman di bagian depan akan memunculkan energi menguntungkan untuk mendapatkan kekayaan dan peluang. Anda juga dapat mempertimbangkan menanam bambu di dalam pot di depan rumah.

Pentingnya tanaman buah
Pohon jeruk dipercaya sebagai pohon kekayaan bila ditanam di pojok tenggara sebuah taman. Pohon Jeruk Limau juga membawa keberuntungan jika ditempatkan di bagian tenggara yang menghadap ke rumah. Jeruk limau dan orange yang ditanam memunculkan kesempatan besar menghasilkan kekayaan.

Tanaman apel juga baik ditanam, karena dianggap menciptakan hubungan baik di dalam rumah. Sementara, menanam markisa menstimulasi rasa cinta. Buah persik yang ditanam di bagian barat membawa keuntungan pada anak dan kebahagiaan keluarga.

Pohon menghasilkan energi baik (Chi)
Jika rumah atau tempat usaha miring ke sisi kiri, atau lebih renda, maka pohon bisa ditanam untuk meningkatkan chi. Ini akan membuat energi berlebih mudah dikontrol. Pastikan bahwa pohon tersebut ditanam pada kedua sisi rumah agar kondisi rumah tangga harmonis. Pohon di sisi kiri untuk mengontrol kemarahan suami, sedangkan sisi kanan untuk mengontrol kemarahan istri.

Pohon pengaruhi kesehatanMenanam pohon di sebelah timur dari rumah, maka akan menstimulasi pertumbuhan dan kesehatan. Pilih tumbuhan berkayu untuk ditempatkan di area tersebut.

Mau panjang umur? Tanam jenis Conifers!Bila ingin panjang umur, pilihlah tanaman jenis Conifers seperti pinus atau Araucaria. Tanaman jenis ini berdaun jarum, menjulang tinggi dan berbentuk kerucut. Jenis ini dikenal sebagai tanaman evergreen karena daunnya selalu hijau. Untuk lokasi penanaman, letakkan di sisi timur halaman rumah.

Tebang pohon mati
Pohon mati selain mengganggu juga tidak indah dipandang mata. Dari sisi Fengshui, tanaman ini akan membuat energi menumpuk di sekitar rumah. Energi seperti ini tidak baik terutama bagi orang tua.

Hindari menanam pohon terlalu dekat
Bila terlalu dekat menanam pohon, maka perakarannya dapat merusak pondasi atau dinding rumah. Hal ini juga memunculkan energi negatif. Pastikan jarak dan ukuran pohon saat besar nanti, hingga akhirnya tidak sampai mengganggu rumah.

Pohon untuk halangi energi negatifJika pemandangan keluar rumah tidak layak, misalnya mengarah pada jalan raya, kuburan, rumah sakit dan lainnya, maka tanamlah pohon secara berderet. Langkah ini untuk membentengi rumah dari energi buruk yang memancar dari pemandangan tidak layak.

(G. Sujayanto/ Majalah Garden)

Artikel lain yang berhubungan:
 8 Tips Membeli Rumah Tinggal menurut Fengshui
 10 Tips Penting Feng Shui

10 Tips Penting Feng Shui


Feng Shui ruangan di tempat kediaman (Fotolia)

Dikembangkan lebih dari 3.000 tahun silam, feng shui adalah bentuk seni dan pengetahuan dari Tiongkok yang rumit, mengikuti 'hukum Langit' (astronomi China) dan Bumi.

Feng shui dianggap sebagai ilmu dalam menyeimbangkan energi dari tempat tertentu untuk menjamin kesehatan dan nasib baik dari orang-orang yang mendiami tempat tersebut.

Dalam budaya China, feng berarti angin dan shui berarti air. Angin dan air telah lama dihubung-hubungkan dengan kesehatan yang baik, sehingga feng shui menjadi berarti nasib baik, sedangkan feng shui buruk berarti nasib buruk, atau kemalangan.

Berikut adalah beberapa tips tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan ketika berbicara tentang feng shui.

Lima tips ‘apa yang harus dilakukan’:

1. Pastikan rumah Anda memiliki pencahayaan yang cukup. Jika tidak, Anda mungkin merasakan energi Anda perlahan-lahan menjadi terkuras, yang dapat mempengaruhi emosi Anda.

2. Jika tidak ada aliran udara atau ventilasi yang cukup di rumah Anda, buka beberapa jendela dan pintu secara teratur, agar memungkinkan energi baik masuk ke rumah Anda, atau menggunakan pemurni udara dengan kualitas yang baik untuk membantu menjaga udara sekitar tetap segar dan penuh oksigen. Ini akan memberikan tubuh Anda banyak energi yang baik.

3. Gunakan warna-warna pastel di dinding, terutama di kamar tidur Anda. Prinsip ini berlaku juga untuk bed cover. Warna krem adalah pilihan yang baik. Hindari menggunakan warna-warna dingin, yang dapat menyebabkan Anda khawatir.

4. Gunakan tanaman untuk menarik energi baik. Tanaman selalu menjadi feng shui sangat baik untuk rumah atau kantor karena mereka membawa chi hidup atau energi ke dalam ruangan. Selama tanaman Anda sehat, Anda bisa yakin bahwa mereka memberikan feng shui baik.

5. Pilih gambar pada rumah Anda dengan bijaksana karena gambar membawa energi feng shui yang kuat. Gambar damai dan bahagia adalah pilihan yang baik. Namun, gambar yang menakutkan atau suram akan membawa energi negatif. Jangan gunakan gambar sedih dan kesepian di kamar tidur Anda, kecuali Anda menikmati menjadi orang yang sedih dan kesepian.

Lima tips 'yang sebaiknya tidak dilakukan':

1. Hindari ruangan dengan langit-langit rendah. Langit-langit adalah simbol Langit dalam feng shui. Jika langit-langit terlalu rendah, Anda mungkin merasa terhimpit, serasa langit menekan Anda dari atas.

2. Hindari menempatkan pintu depan sehingga terbuka ke lantai utama (lobi), di depan sebuah tangga. Pintu utama ini disebut sebagai "Mulut Chi" dalam feng shui. Ini adalah bagaimana rumah menyerap Chi yang sangat dibutuhkan atau energi hidup. Ketika tangga langsung menghadap pintu utama, energi feng shui dengan cepat pergi ke lantai bawah atau lantai atas, sehingga mengakibatkan lantai utama tanpa energi hidup feng shui.

3. Hindari menempatkan terlalu banyak benda di balkon Anda. Balkon merupakan tempat penting untuk mengumpulkan energi baik, sehingga Anda sebaiknya menghindari balkon yang ruwet atau ruang terbuka dengan tanaman yang terlalu banyak. Biarkan balkon Anda cerah dan lapang.

4. Kamar mandi seharusnya tidak ditempatkan di ujung lorong. Lokasi terburuk untuk kamar mandi adalah berada di tengah rumah Anda, di mana ia akan mengacaukan energi dari seluruh rumah. Jika terletak di ujung lorong, itu juga feng shui buruk, karena energi kotor akan mengalir ke dalam rumah melalui lorong. Menempatkan kamar mandi di sisi lorong adalah pilihan yang terbaik.

5. Hindari AC, balok atau tepi yang terbuka, sudut tajam furnitur, atau pilar yang dekat dengan atau di atas meja belajar. Hal ini akan menyebabkan Anda menjadi lelah atau sakit kepala, sehingga sulit untuk berkonsentrasi. (en.kanzhongguo.com/wid/asr)

Artikel lain yang penting Anda baca:
8 Tips Membeli Rumah Tinggal menurut Fengshui
Jenis dan Penempatan Pohon di sekitar Rumah dari Kacamata Fengshui
FENGSHUI RUMAH YANG BAIK